''Slank Nggak Ada Matinya'' Film Wajib Para Slankers
https://beritain123.blogspot.com/2013/12/slank-nggak-ada-matinya-film-wajib-para.html
Kisah perjalanan Slank melewati akhir era 90-an dengan pergantian personil dan perjuangan melawan kecanduan narkotika bisa disimak dalam film layar lebar Slank Nggak Ada Matinya, yang diluncurkan bertepatan dengan ulang tahun Slank ke-30. Film ini mulai tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada 24 Desember 2013.
Untuk bisa mewujudkan film layar lebar Slank Nggak Ada Matinya ternyata dibutuhkan waktu lebih dari lima tahun. Diawali pada tahun 2007 ketika Slank mengisi musik film Get Married, berlanjut dengan beberapa diskusi untuk merilis Slank The Movie pada akhir 2008 untuk menyambut perayaan 25 tahun Slank. Namun rencana tersebut berubah. Ketika kemudian Slank mengisi musik film Get Married 3 pada dua tahun lalu, asisten Hanung Bramantyo, Fajar Bustomi (pembuat klip Pandangan Pertama), membuat klip video dari lagu Cubit-cubitan namun rencana film Slank kembali tertunda.
Fajar Bustomi yang ternyata merupakan Slanker selama dua tahun melakukan riset, wawancara, dan menyusun cerita konsep film Slank. Penulis skenario Cassandra Massardi secara intens bertemu dengan Slank. Akhirnya disepakati cerita akan berkisar pada humanisme dan kisah nyata jatuh bangun emosi personil Slank periode 1997-2000 untuk divisualisasikan.
Bagaimana dua personil baru Slank, Ridho dan Abdee berkolaborasi dengan Bimbin, Kaka, dan Ivanka, secara kreatif hingga jadi formasi ke-14 Slank yang merilis album ke-7 dan sukses tahun 1998 menjadi fokus dari cerita film Slank Nggak Ada Matinya. Periode ini oleh Fajar dianggap sebagai masa dimana Slank mengalami titik balik yang mengubah mereka menjadi band yang solid hingga saat ini.
Formasi baru Slank tersebut mulai bermasalah karena Kaka, Bimbim, dan Ivan, adalah pengguna narkotika. Peranan Bunda Iffet sebagai ibu sekaligus manajer dan dukungan Ridho dan Abdee agar personil Slank terbebas dari julukan junkies pun diperlihatkan.
Slank Nggak Ada Matinya memecahkan rekor sebagai film dengan lagu terbanyak dan figuran mencapai 20.000 orang lebih. Para pemain dalam film ini adalah Adipati Dolken, Ricky Harun, Aaron Ashab, Ajun Perwira, Deva Mahendra, Meriam Bellina, Olivia Jensen, Mikha Tambayong, Sahila Hisyam, Alisia Rininta, Kirana Larasati, Chika Jessica, Jessica Mila, dengan penampilan cameo dari Bimbim, Kaka, Ivanka, Ridho, Abdee, Bunda Iffet, Nadine Alexandra, Ringo Agus Rahman, Deddy Mahendra Desta, Inggrid Widjanarko, Epy Kusnandar, Piyu, Ustad Yusuf Mansyur, Poppy Sovia, Tora Sudiro, Hanung Bramantyo, dan sejumlah selebritas lainnya.
Hal menarik lain dalam film ini adalah hadirnya sebuah lagu berjudul O Renny, yang diciptakan Bimbim saat Slank rekaman di Labuan, Banten, pada tahun 1999, namun tidak pernah direkam dan diedarkan di album Slank manapun. Tidak hanya dari konsep awal, Slank sebagai musisi dan pemilik hak cipta cerita film ini turut terlibat sejak awal pembuatan film. Selain konsep cerita, Slank juga meminjamkan wardrobe pribadi dan peralatan musik milik masing-masing, turut terlibat saat pengambilan gambar dan memberi masukan di lapangan.
http://www.gatra.com




