Ponsel Pintar Berbasis Ubuntu Meluncur Januari 2014
https://beritain123.blogspot.com/2013/12/ponsel-pintar-berbasis-ubuntu-meluncur.html
Menyambut pergantian tahun, Canonical mengumumkan akan menghadirkan ponsel Ubuntu pertama pada 2014.
Dilaporkan TGDaily, Kamis 12 Desember 2013, perangkat Ubuntu pertama itu akan hadir dengan preloaded Linux --OS berstandar terbuka populer-- yang akan memberikan sensasi ponsel pertama Ubuntu.
Ponsel-ponsel Canonical itu akan muncul mengisi ceruk pasar ponsel kategori high-end alias kelas atas. Disebutkan Canonical tengah mengerjakan kode versi layar sentuh yang bersahabat.
"Perusahaan mulai mempopulerkan Ubuntu Phone pada Januari," tulis Brad Linder dari Liliputing dalam ulasannya.
Pada Februari, Canonical mulai menawarkan pre-loaded yang memungkinkan diinstal pada Google Nexus, tablet, dan perangkat lain. Pengguna dapat menginstal Ubuntu pada sebuah ponsel Android secara mandiri.
Sayangnya, rencana ini terkendala donasi dana, masih jauh dari target pengumpulan dana US$32 juta, atau setara Rp385 miliar.
"Dana belum mencapai target. Akhirnya perusahaan kembali ke rencana A dan bekerja sama dengan mitra peranti keras," kata Linder.
Meskipun Ubuntu Touch menyerupai Ubuntu versi dekstop dari sistem operasi sampai tampilan antarmuka, saat ini sistem operasi ini belum memungkinkan untuk menjalankan aplikasi desktop penuh.
Pengguna bisa memanfaatlan ponsel Ubuntu dalam aplikasi dekstop, tapi harus menghubungkan dengan docking dan layar eksternal. "Jadi, idenya pengguna bisa memiliki aplikasi mobile," tambahnya.
http://www.viva.co.id/
Dilaporkan TGDaily, Kamis 12 Desember 2013, perangkat Ubuntu pertama itu akan hadir dengan preloaded Linux --OS berstandar terbuka populer-- yang akan memberikan sensasi ponsel pertama Ubuntu.
Ponsel-ponsel Canonical itu akan muncul mengisi ceruk pasar ponsel kategori high-end alias kelas atas. Disebutkan Canonical tengah mengerjakan kode versi layar sentuh yang bersahabat.
"Perusahaan mulai mempopulerkan Ubuntu Phone pada Januari," tulis Brad Linder dari Liliputing dalam ulasannya.
Pada Februari, Canonical mulai menawarkan pre-loaded yang memungkinkan diinstal pada Google Nexus, tablet, dan perangkat lain. Pengguna dapat menginstal Ubuntu pada sebuah ponsel Android secara mandiri.
Sayangnya, rencana ini terkendala donasi dana, masih jauh dari target pengumpulan dana US$32 juta, atau setara Rp385 miliar.
"Dana belum mencapai target. Akhirnya perusahaan kembali ke rencana A dan bekerja sama dengan mitra peranti keras," kata Linder.
Meskipun Ubuntu Touch menyerupai Ubuntu versi dekstop dari sistem operasi sampai tampilan antarmuka, saat ini sistem operasi ini belum memungkinkan untuk menjalankan aplikasi desktop penuh.
Pengguna bisa memanfaatlan ponsel Ubuntu dalam aplikasi dekstop, tapi harus menghubungkan dengan docking dan layar eksternal. "Jadi, idenya pengguna bisa memiliki aplikasi mobile," tambahnya.
http://www.viva.co.id/



